Ya Allah... Terimalah ia di sisi Mu dan tempatkan lah ia di surga Mu.. Aamiin... Ya Allah,, Maha besar engkau yang selalu memberiku pelajaran yang berharga dalam hidup ini.. terimakasih telah mempertemukan ku dengan dia,, seorang anak yang hebat yang bisa bertahan melawan penyakitnya sebelum Kau panggil... Leokimia,, memang bukan penyakit yang mudah untuk diobati... Anak 17 tahun-an itu harus bertahan dengan donor darah orang lain... trombosit.. yaaa.. setiap minggu nya dia butuh 10 kantong darah... sedih sekali mengetahui fakta itu.. ya allah. dan sedih.. aku tidak bisa mendonorkan darah ku hanya karena berat badanku yang kurang 7 kg untuk donor trombosit... Maafkan aku yang tidak bisa membantu nya sebelum dia Kau ambil... Masih ingat waktu itu aku sempat memberinya semangat... "semoga sepat sembuh ya, dek..." "yang semangat ya biar cepat sembuh" dan itu semua di balasnya dengan anggukan... Sekarang Aku hanya bisa bilang Selamat jalan untu...
Refleksi Perkuliahan Kesepuluh (7 Desember 2017) Oleh Devi Nofriyanti (17709251041) PPS UNY Pendidikan Matematika B Refleksi telah diposting di deenof.blogspot.com Assalammu’alaikum Warahmatullahi Wabarakatuh Kali ini saya akan merefleksikan pertemuan kesepuluh kuliah filsafat dengan dosen pengampu Prof. Dr. Marsigit, M.A. Seperti biasa perkuliahan diawali dengan berdoa menurut agama dan kepercayaan masing-masing agar apa yang kami pelajari mendapatkan ridho Allah SWT. Di pertemuan ini kami membahsa sebuah buku Immanuel Kant yang berjudul “ The critic of pure reason ”. Buku ini ditampilkan pak marsigit dari lamana academia miliknya. Karena Filsafat itu menggunakan penalaran berpikirnya maka disini tidak ada kaitan dengan agama manapun. Selanjutnya kami diminta untuk menerjemahkan paragraf demi paragraf yang beliau pilih. Berikut penjabarannya: Terjemahan 1: Reason, cognition dan mind itu pikiran dalam arti soft . Dalam arti nalar bukan otak. Artinya sebetul...
At 07.30 pagi tadi saya berangkat ke kampus.... Sengaja 30 menit datang lebih awal buat prepare Mid Struktur Aljabar,, ya,, minimal bisa ngecek situasi dan kondisi lah... Pas nyampe kampus, ternyata udah ramee.... temen2 pada sibuk ngobrol, belajar...dll. Yang biasa terjadi...akhirnya terjadilah... Lagi2 tempat duduk yang belum terisi cuma yang bagian depan,, berhadapan dengan dosen pula'.... hmm... Bunuh diri ini namanya,, soalnya saya belum siap... Belajar sih belajar kemaren... tapi lum ngerti benerrr.... hhu... secara SA,, buktiin teorema... pake definisi... bingung mulainya darimana... soal2 itu kelihatannya mudah... tapi nyelesainnya... ooww...perlu muter2 otak. Berhubung g ada pilihan lain,, yaa udah. . Cuma modal bismillah dan keyakinan diri... (weeww). Di sebelah kanan saya, alhamdulillah ada si pintar Siska Ningsih... (saya ngarep dicontekin)... :D Di belakang saya ada Mutia Karanza,, yang dengan gaya polos dan tenangnya mengatakan kalo dia nggak ...
Komentar
Posting Komentar